Telur Asin..
hmm.. siapa yang tak mengenal makanan hasil ternak yang
nikmat ini, biasanya dijadikan alternatif lauk dan memang mempunyai
rasanya yang khas dan nikmat, apalagi jika disantap dengan sepiring nasi
hangat, mantap pasti rasanya, hehe
oke, kali ini saya akan
memperkenalkan kamu, dari asal daerah saya Brebes alias kota telur asin,
siapa yang tak kenal telur yang berasal dari itik ini? telurnya jelas
berbeda, selain dari fisik ternyata kandungan gizinya lebih banyak dari
telur ayam, dan saya bangga terlahir di kota telur asin ini,
kenapa?karena telur merupakan hasil ternak yang mempunyai andil besar
dalam mengatasi masalah gizi yang terjadi di masyarakat.
Hal ini
dimungkinkan karena telur sarat akan zat gizi yang diperlukan untuk
kehidupan yang sehat. Zat-zat gizi yang ada pada telur sangat mudah
dicerna dan dimanfaatkan oleh tubuh, itulah sebabnya telur sangat
dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang dalam masa
tumbuh-kembang, ibu hamil dan menyusui, orang yang sedang sakit atau
dalam proses penyembuhan, serta para lansia (lanjut usia). Dengan kata
lain, telur cocok untuk semua kelompok umur dari segala lapisan
masyarakat.
Telur yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia
umumnya berasal dari unggas yang diternakkan. Jenis yang paling banyak
dikonsumsi adalah telur ayam, itik (bebek), dan puyuh. Telur penyu,
kalkun, angsa, merpati, dan telur unggas peliharaan lainnya belum
maksimal dimanfaatkan karena produksinya sedikit.
Bobot dan ukuran
telur itik rata-rata lebih besar dibandingkan dengan telur ayam. Warna
kulit telurnya agak biru muda terutama pada itik Jawa seperti yang
terdapat di Karawang, Tegal, Magelang, dan Mojosari. Warna kulit itik
Bali, Albino putih, dan itik Manila (entog) putih agak kemerah-merahan.
Karena
bau amisnya yang tajam, penggunaan telur itik dalam berbagai makanan
tidak seluas telur ayam. Selain baunya yang lebih amis, telur itik juga
mempunyai pori-pori kulit yang lebih besar, sehingga sangat baik untuk
diolah menjadi telur asin.
Sebagai bahan makanan, telur mempunyai
beberapa kelebihan. Telur mengandung semua zat gizi yang diperlukan
tubuh, rasanya enak, mudah dicerna, menimbulkan rasa segar dan kuat pada
tubuh, serta dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan.
Dalam
telur itik, protein lebih banyak terdapat pada bagian kuning telur, 17
persen, sedangkan bagian putihnya 11 persen. Protein telur terdiri dari
ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Protein telur
mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk hidup
sehat.
Pada suatu penelitian dengan menggunakan tikus percobaan,
diketahui bahwa telur mempunyai nilai kegunaan protein (net protein
utilization) 100 persen, bandingkan dengan daging ayam (80%) dan susu
(75%). Berarti jumlah dan komposisi asam aminonya sangat lengkap dan
berimbang, sehingga hampir seluruh bagiannya dapat digunakan untuk
pertumbuhan maupun penggantian sel-sel yang rusak.
Hampir semua
lemak dalam sebutir telur itik terdapat pada bagian kuningnya, mencapai
35 persen, sedangkan di bagian putihnya tidak ada sama sekali. Lemak
pada telur terdiri dari trigliserida (lemak netral), fosfolipida
(umumnya berupa lesitin), dan kolesterol.
Fungsi trigliserida dan
fosfolipida bagi tubuh adalah sebagai sumber energi, satu gram lemak
menghasilkan 9 kilokalori energi. Lemak dalam telur berbentuk emulsi
(bergabung dengan air), sehingga menjadi lebih mudah dicerna, baik oleh
bayi, anak-anak, maupun golongan lanjut usia.
sumber : http://web.ipb.ac.id/~tpg/de/pubde_ntrtnhlth_telurasin.php



Tidak ada komentar:
Posting Komentar