Blog buat yang pengen belajar semua bahasa dunia, pengetahuan tentang negara, kebudayaan, obyek wisata dan lainnya.
Senin, 10 Desember 2012
Libri ad Irni: Bagaimana jika Libra menjadi
Libri ad Irni: Bagaimana jika Libra menjadi: Dia cowok Libra adalah, Libra tipe cowok yang suka menuruti kemauan hatinya. Kalau sudah punya kemauan, susah dibelokan. Dia senang...
Sabtu, 27 Oktober 2012
Lirik Lagu Last Child – If I Could Fly
Wy You search somebody else
If You need me
Why You go away from me
If You love me
Why You turn my heart
You make the ending
rom a story that I call love of my life
Now You hate me
It cause what I’m done
And You tell me
I’m a childis one
You try to hurt me
By the what You have done
You make me crying
Event when i lose my place there in your heart
If i could fly away from here
I will bring You up to the sky
And We can dancing on the clouds
So You can Forgetting at all
So I can see the greates smile in your face again….
Senin, 15 Oktober 2012
Pulau Jawa / Java Island
Jawa adalah sebuah pulau di Indonesia
dengan penduduk 136 juta, pulau ini merupakan pulau berpenduduk
terpadat di dunia dan merupakan salah satu wilayah berpenduduk terpadat
di dunia. Pulau ini dihuni oleh 60% penduduk Indonesia. Ibu kota Indonesia, Jakarta,
terletak di Jawa bagian barat. Banyak sejarah Indonesia berlangsung di
pulau ini. Jawa dahulu merupakan pusat dari beberapa kerajaan Hindu-Buddha, kesultanan Islam, pemerintahan kolonial Hindia-Belanda, serta pusat pergerakan kemerdekaan Indonesia. Pulau ini berdampak sangat besar terhadap kehidupan sosial, politik, dan ekonomi Indonesia.
Jawa adalah pulau yang sebagian besar terbentuk dari aktivitas vulkanik, merupakan pulau ketiga belas terbesar di dunia, dan terbesar kelima di Indonesia. Deretan gunung-gunung berapi membentuk jajaran yang terbentang dari timur hingga barat pulau ini. Terdapat tiga bahasa utama di pulau ini, namun mayoritas penduduk menggunakan bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan bahasa ibu dari 60 juta penduduk Indonesia, dan sebagian besar penuturnya berdiam di pulau Jawa. Sebagian besar penduduk adalah bilingual, yang berbahasa Indonesia baik sebagai bahasa pertama maupun kedua. Sebagian besar penduduk Jawa adalah Muslim, namun terdapat beragam aliran kepercayaan, agama, kelompok etnis, serta budaya di pulau ini.
Pulau ini secara administratif terbagi menjadi empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten; serta dua wilayah khusus, yaitu DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
Pulau ini merupakan bagian dari gugusan kepulauan Sunda Besar dan paparan Sunda, yang pada masa sebelum es mencair merupakan ujung tenggara benua Asia. Sisa-sisa fosil Homo erectus, yang populer dijuluki "Si Manusia Jawa", ditemukan di sepanjang daerah tepian Sungai Bengawan Solo, dan peninggalan tersebut berasal dari masa 1,7 juta tahun yang lampau. Situs Sangiran adalah situs prasejarah yang penting di Jawa. Beberapa struktur megalitik telah ditemukan di pulau Jawa, misalnya menhir, dolmen, meja batu, dan piramida berundak yang lazim disebut Punden Berundak. Punden berundak dan menhir ditemukan di situs megalitik di Paguyangan, Cisolok, dan Gunung Padang, Jawa Barat. Situs megalitik Cipari yang juga ditemukan di Jawa Barat menunjukkan struktur monolit, teras batu, dan sarkofagus. Punden berundak ini dianggap sebagai strukstur asli Nusantara dan merupakan rancangan dasar bangunan candi
pada zaman kerajaan Hindu-Buddha Nusantara setelah penduduk lokal
menerima pengaruh peradaban Hindu-Buddha dari India. Pada abad ke-4 SM
hingga abad ke-1 atau ke-5 M Kebudayaan Buni yaitu kebudayaan tembikar tanah liat berkembang di pesisir utara Jawa Barat. Kebudayaan protosejarah ini merupakan pendahulu kerajaan Tarumanagara.
Pulau Jawa yang sangat subur dan bercurah hujan tinggi memungkinkan berkembangnya budidaya padi di lahan basah, sehingga mendorong terbentuknya tingkat kerjasama antar desa yang semakin kompleks. Dari aliansi-aliansi desa tersebut, berkembanglah kerajaan-kerajaan kecil. Jajaran pegunungan vulkanik dan dataran-dataran tinggi di sekitarnya yang membentang di sepanjang pulau Jawa menyebabkan daerah-daerah interior pulau ini beserta masyarakatnya secara relatif terpisahkan dari pengaruh luar. Di masa sebelum berkembangnya negara-negara Islam serta kedatangan kolonialisme Eropa, sungai-sungai yang ada merupakan utama perhubungan masyarakat, meskipun kebanyakan sungai di Jawa beraliran pendek. Hanya Sungai Brantas dan Bengawan Solo yang dapat menjadi sarana penghubung jarak jauh, sehingga pada lembah-lembah sungai tersebut terbentuklah pusat dari kerajaan-kerajaan yang besar.
Diperkirakan suatu sistem perhubungan yang terdiri dari jaringan jalan, jembatan permanen, serta pos pungutan cukai telah terbentuk di pulau Jawa setidaknya pada pertengahan abad ke-17. Para penguasa lokal memiliki kekuasaan atas rute-rute tersebut, musim hujan yang lebat dapat pula mengganggu perjalanan, dan demikian pula penggunakan jalan-jalan sangat tergantung pada pemeliharaan yang terus-menerus. Dapatlah dikatakan bahwa perhubungan antar penduduk pulau Jawa pada masa itu adalah sulit.
Sekitar abad ke-10, pusat kekuasaan bergeser dari tengah ke timur pulau Jawa. Di wilayah timur berdirilah kerajaan-kerajaan Kadiri, Singhasari, dan Majapahit yang terutama mengandalkan pada pertanian padi, namun juga mengembangkan perdagangan antar kepulauan Indonesia beserta Cina dan India.
Raden Wijaya mendirikan Majapahit, dan kekuasaannya mencapai puncaknya di masa pemerintahan Hayam Wuruk (m. 1350-1389). Kerajaan mengklaim kedaulatan atas seluruh kepulauan Indonesia, meskipun kontrol langsung cenderung terbatas pada Jawa, Bali, dan Madura saja. Gajah Mada adalah mahapatih di masa Hayam Wuruk, yang memimpin banyak penaklukan teritorial bagi kerajaan. Kerajaan-kerajaan di Jawa sebelumnya mendasarkan kekuasaan mereka pada pertanian, namun Majapahit berhasil menguasai pelabuhan dan jalur pelayaran sehingga menjadi kerajaan komersial pertama di Jawa. Majapahit mengalami kemunduran seiring dengan wafatnya Hayam Wuruk dan mulai masuknya agama Islam ke Indonesia.
Hubungan Jawa dengan kekuatan-kekuatan kolonial Eropa dimulai pada tahun 1522, dengan diadakannya perjanjian antara Kerajaan Sunda dan Portugis di Malaka. Setelah kegagalan perjanjian tersebut, kehadiran Portugis selanjutnya hanya terbatas di Malaka dan di pulau-pulau sebelah timur nusantara saja. Sebuah ekspedisi di bawah pimpinan Cornelis de Houtman yang terdiri dari empat buah kapal pada tahun 1596, menjadi awal dari hubungan antara Belanda dan Indonesia.
Pada akhir abad ke-18, Belanda telah berhasil memperluas pengaruh
mereka terhadap kesultanan-kesultanan di pedalaman pulau Jawa (lihat Perusahaan Hindia Timur Belanda di Indonesia).
Meskipun orang-orang Jawa adalah pejuang yang pemberani, konflik
internal telah menghalangi mereka membentuk aliansi yang efektif dalam
melawan Belanda. Sisa-sisa Mataram bertahan sebagai Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.
Para raja Jawa mengklaim berkuasa atas kehendak Tuhan, dan Belanda
mendukung sisa-sisa aristokrasi Jawa tersebut dengan cara mengukuhkan
kedudukan mereka sebagai penguasa wilayah atau bupati dalam lingkup
administrasi kolonial.
Di awal masa kolonial, Jawa memegang peranan utama sebagai daerah penghasil beras. Pulau-pulau penghasil rempah-rempah, misalnya kepulauan Banda, secara teratur mendatangkan beras dari Jawa untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Inggris sempat menaklukkan Jawa pada tahun 1811. Jawa kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Britania Raya, dengan Sir Stamford Raffles sebagai Gubernur Jenderalnya. Pada tahun 1814, Inggris mengembalikan Jawa kepada Belanda sebagaimana ketentuan pada Traktat Paris.
Penduduk pulau Jawa kemungkinan sudah mencapai 5 juta orang pada tahun 1815. Pada paruh kedua abad ke-18, mulai terjadi lonjakan jumlah penduduk di kadipaten-kadipaten sepanjang pantai utara Jawa bagian tengah, dan dalam abad ke-19 seluruh pulau mengalami pertumbuhan populasi yang cepat. Berbagai faktor penyebab pertumbuhan penduduk yang besar antara lain termasuk peranan pemerintahan kolonial Belanda, yaitu dalam menetapkan berakhirnya perang saudara di Jawa, meningkatkan luas area persawahan, serta mengenalkan tanaman pangan lainnya seperti singkong dan jagung yang dapat mendukung ketahanan pangan bagi populasi yang tidak mampu membeli beras. Pendapat lainnya menyatakan bahwa meningkatnya beban pajak dan semakin meluasnya perekutan kerja di bawah Sistem Tanam Paksa menyebabkan para pasangan berusaha memiliki lebih banyak anak dengan harapan dapat meningkatkan jumlah anggota keluarga yang dapat menolong membayar pajak dan mencari nafkah. Pada tahun 1820, terjadi wabah kolera di Jawa dengan korban 100.000 jiwa.
Kehadiran truk dan kereta api sebagai sarana transportasi bagi masyarakat yang sebelumnya hanya menggunakan kereta dan kerbau, penggunaan sistem telegraf, dan sistem distribusi yang lebih teratur di bawah pemerintahan kolonial; semuanya turut mendukung terhapusnya kelaparan di Jawa, yang pada gilirannya meningkatkan pertumbuhan penduduk. Tidak terjadi bencana kelaparan yang berarti di Jawa semenjak tahun 1840-an hingga masa pendudukan Jepang pada tahun 1940-an. Selain itu, menurunnya usia awal pernikahan selama abad ke-19, menyebabkan bertambahnya jumlah tahun di mana seorang perempuan dapat mengurus anak.
Pada tahun 2006, Gunung Merapi meletus dan diikuti oleh gempa bumi yang melanda Yogyakarta. Jawa juga sempat terkena sedikit dampak wabah flu burung, serta merupakan lokasi bencana semburan lumpur panas Sidoarjo.
Jawa memiliki luas sekitar 139.000 km2. Sungai yang terpanjang ialah Bengawan Solo, yaitu sepanjang 600 km. Sungai ini bersumber di Jawa bagian tengah, tepatnya di gunung berapi Lawu. Aliran sungai kemudian mengalir ke arah utara dan timur, menuju muaranya di Laut Jawa di dekat kota Surabaya.
Hampir keseluruhan wilayah Jawa pernah memperoleh dampak dari aktivitas gunung berapi. Terdapat tiga puluh delapan gunung yang terbentang dari timur ke barat pulau ini, yang kesemuanya pada waktu tertentu pernah menjadi gunung berapi aktif. Gunung berapi tertinggi di Jawa adalah Gunung Semeru (3.676 m), sedangkan gunung berapi paling aktif di Jawa dan bahkan di Indonesia adalah Gunung Merapi (2.968 m). Gunung-gunung dan dataran tinggi yang berjarak berjauhan membantu wilayah pedalaman terbagi menjadi beberapa daerah yang relatif terisolasi dan cocok untuk persawahan lahan basah. Lahan persawahan padi di Jawa adalah salah satu yang tersubur di dunia. Jawa adalah tempat pertama penanaman kopi di Indonesia, yaitu sejak tahun 1699. Kini, kopi arabika banyak ditanam di Dataran Tinggi Ijen baik oleh para petani kecil maupun oleh perkebunan-perkebunan besar.
Suhu rata-rata sepanjang tahun adalah antara 22 °C sampai 29 °C, dengan kelembaban rata-rata 75%. Daerah pantai utara biasanya lebih panas, dengan rata-rata 34 °C pada siang hari di musim kemarau. Daerah pantai selatan umumnya lebih sejuk daripada pantai utara, dan daerah dataran tinggi di pedalaman lebih sejuk lagi. Musim hujan berawal pada bulan Oktober dan berakhir pada bulan April, di mana hujan biasanya turun di sore hari, dan pada bulan-bulan selainnya hujan biasanya hanya turun sebentar-sebentar saja. Curah hujan tertinggi umumnya terjadi pada bulan-bulan bulan Januari dan Februari.
Jawa Barat bercurah hujan lebih tinggi daripada Jawa Timur, dan daerah pegunungannya menerima curah hujan lebih tinggi lagi. Curah hujan di Dataran Tinggi Parahyangan di Jawa Barat mencapai lebih dari 4.000 mm per tahun, sedangkan di pantai utara Jawa Timur hanya 900 mm per tahun.
source : Wikipedia Indonesia
Jawa adalah pulau yang sebagian besar terbentuk dari aktivitas vulkanik, merupakan pulau ketiga belas terbesar di dunia, dan terbesar kelima di Indonesia. Deretan gunung-gunung berapi membentuk jajaran yang terbentang dari timur hingga barat pulau ini. Terdapat tiga bahasa utama di pulau ini, namun mayoritas penduduk menggunakan bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan bahasa ibu dari 60 juta penduduk Indonesia, dan sebagian besar penuturnya berdiam di pulau Jawa. Sebagian besar penduduk adalah bilingual, yang berbahasa Indonesia baik sebagai bahasa pertama maupun kedua. Sebagian besar penduduk Jawa adalah Muslim, namun terdapat beragam aliran kepercayaan, agama, kelompok etnis, serta budaya di pulau ini.
Pulau ini secara administratif terbagi menjadi empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten; serta dua wilayah khusus, yaitu DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.
Etimologi
Asal mula nama 'Jawa' tidak jelas. Salah satu kemungkinan adalah nama pulau ini berasal dari tanaman jáwa-wut, yang banyak ditemukan di pulau ini pada masa purbakala, sebelum masuknya pengaruh India pulau ini mungkin memiliki banyak nama. Ada pula dugaan bahwa pulau ini berasal dari kata jaú yang berarti "jauh". Dalam Bahasa Sanskerta yava berarti tanaman jelai, sebuah tanaman yang membuat pulau ini terkenal. Yawadvipa disebut dalam epik India Ramayana. Sugriwa, panglima wanara (manusia kera) dari pasukan Sri Rama, mengirimkan utusannya ke Yawadvipa (pulau Jawa) untuk mencari Dewi Shinta. Kemudian berdasarkan kesusastraan India terutama pustaka Tamil, disebut dengan nama Sanskerta yāvaka dvīpa (dvīpa = pulau). Dugaan lain ialah bahwa kata "Jawa" berasal dari akar kata dalam bahasa Proto-Austronesia, yang berarti 'rumah'.Sejarah
Pemandangan Gunung Merbabu
yang dikelilingi persawahan. Topografi vulkanik serta tanah pertanian
yang subur merupakan faktor penting dalam sejarah pulau Jawa.
Pulau Jawa yang sangat subur dan bercurah hujan tinggi memungkinkan berkembangnya budidaya padi di lahan basah, sehingga mendorong terbentuknya tingkat kerjasama antar desa yang semakin kompleks. Dari aliansi-aliansi desa tersebut, berkembanglah kerajaan-kerajaan kecil. Jajaran pegunungan vulkanik dan dataran-dataran tinggi di sekitarnya yang membentang di sepanjang pulau Jawa menyebabkan daerah-daerah interior pulau ini beserta masyarakatnya secara relatif terpisahkan dari pengaruh luar. Di masa sebelum berkembangnya negara-negara Islam serta kedatangan kolonialisme Eropa, sungai-sungai yang ada merupakan utama perhubungan masyarakat, meskipun kebanyakan sungai di Jawa beraliran pendek. Hanya Sungai Brantas dan Bengawan Solo yang dapat menjadi sarana penghubung jarak jauh, sehingga pada lembah-lembah sungai tersebut terbentuklah pusat dari kerajaan-kerajaan yang besar.
Diperkirakan suatu sistem perhubungan yang terdiri dari jaringan jalan, jembatan permanen, serta pos pungutan cukai telah terbentuk di pulau Jawa setidaknya pada pertengahan abad ke-17. Para penguasa lokal memiliki kekuasaan atas rute-rute tersebut, musim hujan yang lebat dapat pula mengganggu perjalanan, dan demikian pula penggunakan jalan-jalan sangat tergantung pada pemeliharaan yang terus-menerus. Dapatlah dikatakan bahwa perhubungan antar penduduk pulau Jawa pada masa itu adalah sulit.
Masa kerajaan Hindu-Buddha
Kerajaan Taruma dan Kerajaan Sunda muncul di Jawa Barat, masing-masing pada abad ke-4 dan ke-7. Sedangkan Kerajaan Medang adalah kerajaan besar pertama yang berdiri di Jawa Tengah pada awal abad ke-8. Kerajaan Medang menganut agama Hindu dan memuja Dewa Siwa, dan kerajaan ini membangun beberapa candi Hindu yang terawal di Jawa yang terletak di Dataran Tinggi Dieng. Di Dataran Kedu pada abad ke-8 berkembang Wangsa Sailendra, yang merupakan pelindung agama Buddha Mahayana. Kerajaan mereka membangun berbagai candi pada abad ke-9, antara lain Borobudur dan Prambanan di Jawa Tengah.Sekitar abad ke-10, pusat kekuasaan bergeser dari tengah ke timur pulau Jawa. Di wilayah timur berdirilah kerajaan-kerajaan Kadiri, Singhasari, dan Majapahit yang terutama mengandalkan pada pertanian padi, namun juga mengembangkan perdagangan antar kepulauan Indonesia beserta Cina dan India.
Raden Wijaya mendirikan Majapahit, dan kekuasaannya mencapai puncaknya di masa pemerintahan Hayam Wuruk (m. 1350-1389). Kerajaan mengklaim kedaulatan atas seluruh kepulauan Indonesia, meskipun kontrol langsung cenderung terbatas pada Jawa, Bali, dan Madura saja. Gajah Mada adalah mahapatih di masa Hayam Wuruk, yang memimpin banyak penaklukan teritorial bagi kerajaan. Kerajaan-kerajaan di Jawa sebelumnya mendasarkan kekuasaan mereka pada pertanian, namun Majapahit berhasil menguasai pelabuhan dan jalur pelayaran sehingga menjadi kerajaan komersial pertama di Jawa. Majapahit mengalami kemunduran seiring dengan wafatnya Hayam Wuruk dan mulai masuknya agama Islam ke Indonesia.
Masa kerajaan Islam
Pada akhir abad ke-16, Islam telah melampaui Hindu dan Buddha sebagai agama dominan di Jawa, melalui dakwah yang terlebih dahulu dijalankan kepada kaum penguasa pulau ini. Dalam masa ini, kerajaan-kerajaan Islam Demak, Cirebon, dan Banten membangun kekuasaannya. Kesultanan Mataram pada akhir abad ke-16 tumbuh menjadi kekuatan yang dominan dari bagian tengah dan timur Jawa. Para penguasa Surabaya dan Cirebon berhasil ditundukkan di bawah kekuasaan Mataram, sehingga hanya Mataram dan Banten lah yang kemudian tersisa ketika datangnya bangsa Belanda pada abad ke-17.Masa kolonial
Perkebunan teh di Jawa pada masa kolonial Belanda. Sekitar tahun 1926.
Di awal masa kolonial, Jawa memegang peranan utama sebagai daerah penghasil beras. Pulau-pulau penghasil rempah-rempah, misalnya kepulauan Banda, secara teratur mendatangkan beras dari Jawa untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Inggris sempat menaklukkan Jawa pada tahun 1811. Jawa kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Britania Raya, dengan Sir Stamford Raffles sebagai Gubernur Jenderalnya. Pada tahun 1814, Inggris mengembalikan Jawa kepada Belanda sebagaimana ketentuan pada Traktat Paris.
Penduduk pulau Jawa kemungkinan sudah mencapai 5 juta orang pada tahun 1815. Pada paruh kedua abad ke-18, mulai terjadi lonjakan jumlah penduduk di kadipaten-kadipaten sepanjang pantai utara Jawa bagian tengah, dan dalam abad ke-19 seluruh pulau mengalami pertumbuhan populasi yang cepat. Berbagai faktor penyebab pertumbuhan penduduk yang besar antara lain termasuk peranan pemerintahan kolonial Belanda, yaitu dalam menetapkan berakhirnya perang saudara di Jawa, meningkatkan luas area persawahan, serta mengenalkan tanaman pangan lainnya seperti singkong dan jagung yang dapat mendukung ketahanan pangan bagi populasi yang tidak mampu membeli beras. Pendapat lainnya menyatakan bahwa meningkatnya beban pajak dan semakin meluasnya perekutan kerja di bawah Sistem Tanam Paksa menyebabkan para pasangan berusaha memiliki lebih banyak anak dengan harapan dapat meningkatkan jumlah anggota keluarga yang dapat menolong membayar pajak dan mencari nafkah. Pada tahun 1820, terjadi wabah kolera di Jawa dengan korban 100.000 jiwa.
Kehadiran truk dan kereta api sebagai sarana transportasi bagi masyarakat yang sebelumnya hanya menggunakan kereta dan kerbau, penggunaan sistem telegraf, dan sistem distribusi yang lebih teratur di bawah pemerintahan kolonial; semuanya turut mendukung terhapusnya kelaparan di Jawa, yang pada gilirannya meningkatkan pertumbuhan penduduk. Tidak terjadi bencana kelaparan yang berarti di Jawa semenjak tahun 1840-an hingga masa pendudukan Jepang pada tahun 1940-an. Selain itu, menurunnya usia awal pernikahan selama abad ke-19, menyebabkan bertambahnya jumlah tahun di mana seorang perempuan dapat mengurus anak.
Masa kemerdekaan
Nasionalisme Indonesia mulai tumbuh di Jawa pada awal abad ke-20 (lihat Kebangkitan Nasional Indonesia), dan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan setelah Perang Dunia II juga berpusat di Jawa. Kudeta G 30 S PKI yang gagal dan kekerasan anti-komunis selanjutnya pada tahun 1965-66 sebagian besar terjadi di pulau ini. Jawa saat ini mendominasi kehidupan sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia, yang berpotensi menjadi sumber kecemburuan sosial. Pada tahun 1998 terjadi kerusuhan besar yang menimpa etnis Tionghoa-Indonesia, yang merupakan salah satu dari berbagai kerusuhan berdarah yang terjadi tidak berapa lama sebelum runtuhnya pemerintahan Presiden Soeharto yang telah berjalan selama 32 tahun.Pada tahun 2006, Gunung Merapi meletus dan diikuti oleh gempa bumi yang melanda Yogyakarta. Jawa juga sempat terkena sedikit dampak wabah flu burung, serta merupakan lokasi bencana semburan lumpur panas Sidoarjo.
Geografi
Jawa bertetangga dengan Sumatera di sebelah barat, Bali di timur, Kalimantan di utara, dan Pulau Natal di selatan. Pulau Jawa merupakan pulau ke-13 terbesar di dunia. Perairan yang mengelilingi pulau ini ialah Laut Jawa di utara, Selat Sunda di barat, Samudera Hindia di selatan, serta Selat Bali dan Selat Madura di timur.Jawa memiliki luas sekitar 139.000 km2. Sungai yang terpanjang ialah Bengawan Solo, yaitu sepanjang 600 km. Sungai ini bersumber di Jawa bagian tengah, tepatnya di gunung berapi Lawu. Aliran sungai kemudian mengalir ke arah utara dan timur, menuju muaranya di Laut Jawa di dekat kota Surabaya.
Hampir keseluruhan wilayah Jawa pernah memperoleh dampak dari aktivitas gunung berapi. Terdapat tiga puluh delapan gunung yang terbentang dari timur ke barat pulau ini, yang kesemuanya pada waktu tertentu pernah menjadi gunung berapi aktif. Gunung berapi tertinggi di Jawa adalah Gunung Semeru (3.676 m), sedangkan gunung berapi paling aktif di Jawa dan bahkan di Indonesia adalah Gunung Merapi (2.968 m). Gunung-gunung dan dataran tinggi yang berjarak berjauhan membantu wilayah pedalaman terbagi menjadi beberapa daerah yang relatif terisolasi dan cocok untuk persawahan lahan basah. Lahan persawahan padi di Jawa adalah salah satu yang tersubur di dunia. Jawa adalah tempat pertama penanaman kopi di Indonesia, yaitu sejak tahun 1699. Kini, kopi arabika banyak ditanam di Dataran Tinggi Ijen baik oleh para petani kecil maupun oleh perkebunan-perkebunan besar.
Suhu rata-rata sepanjang tahun adalah antara 22 °C sampai 29 °C, dengan kelembaban rata-rata 75%. Daerah pantai utara biasanya lebih panas, dengan rata-rata 34 °C pada siang hari di musim kemarau. Daerah pantai selatan umumnya lebih sejuk daripada pantai utara, dan daerah dataran tinggi di pedalaman lebih sejuk lagi. Musim hujan berawal pada bulan Oktober dan berakhir pada bulan April, di mana hujan biasanya turun di sore hari, dan pada bulan-bulan selainnya hujan biasanya hanya turun sebentar-sebentar saja. Curah hujan tertinggi umumnya terjadi pada bulan-bulan bulan Januari dan Februari.
Jawa Barat bercurah hujan lebih tinggi daripada Jawa Timur, dan daerah pegunungannya menerima curah hujan lebih tinggi lagi. Curah hujan di Dataran Tinggi Parahyangan di Jawa Barat mencapai lebih dari 4.000 mm per tahun, sedangkan di pantai utara Jawa Timur hanya 900 mm per tahun.
source : Wikipedia Indonesia
Sabtu, 13 Oktober 2012
matenrou opera - maxi single gloria (4 track) lyrics + translate
GLORIA
(romanji)
kiseki wa tada monoshizuka ni bokura no sugu katawara ni suwatteru
ima wa mada toki janai itsuka kuru FINA-RE e to
tsubasa o yasumete mabuta o tojite yo tsugi ni miru boku wa donna kao o shiteru?
taguriyoseta koetachi o sora o umeru O-RORA ni kaete
matenrou ni terasareta kono machi o nanairo ni tomosou
bokura wa kono toki wa ikite onaji basho ni tachi sono mi o tataeatta
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
aishita kako to onaji you ni kono saki wa aru sa
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
hito ni arubeki kokoro o gomakasanai tsuyosa o motte
koe o hibikasete shukufuku o shiyou mou ichido koko de umareta shukufuku o
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
aishita kako to onaji you ni kono saki wa aru sa
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
hito ni arubeki kokoro o gomakasanai
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
ikita akashi o tomosou bokura no sumu owaranai sekai e
ima wa mada toki janai itsuka kuru FINA-RE e to
tsubasa o yasumete mabuta o tojite yo tsugi ni miru boku wa donna kao o shiteru?
taguriyoseta koetachi o sora o umeru O-RORA ni kaete
matenrou ni terasareta kono machi o nanairo ni tomosou
bokura wa kono toki wa ikite onaji basho ni tachi sono mi o tataeatta
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
aishita kako to onaji you ni kono saki wa aru sa
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
hito ni arubeki kokoro o gomakasanai tsuyosa o motte
koe o hibikasete shukufuku o shiyou mou ichido koko de umareta shukufuku o
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
aishita kako to onaji you ni kono saki wa aru sa
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
hito ni arubeki kokoro o gomakasanai
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
ikita akashi o tomosou bokura no sumu owaranai sekai e
(japanesse)
奇跡はただ物静かに 僕らのすぐ傍らに座ってる
今はまだ時じゃない いつか来るフィナーレへと
翼を休めて 瞼を閉じてよ 次に見る僕はどんな顔をしてる?
手繰り寄せた声達を 空を埋めるオーロラに変えて
摩天楼に照らされた この街を七色に灯そう
僕らは この時代(とき)を生きて 同じ場所に立ち その身を讃え合った
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
愛した過去と同じように この先はあるさ
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
人に在るべき心を誤魔化さない 強さを持って
声を響かせて祝福をしよう もう一度ここで 産まれた祝福を
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
愛した過去と同じように この先はあるさ
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
人に在るべき心を誤魔化さない
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
生きた証を灯そう 僕らの住む 終わらない世界へ
今はまだ時じゃない いつか来るフィナーレへと
翼を休めて 瞼を閉じてよ 次に見る僕はどんな顔をしてる?
手繰り寄せた声達を 空を埋めるオーロラに変えて
摩天楼に照らされた この街を七色に灯そう
僕らは この時代(とき)を生きて 同じ場所に立ち その身を讃え合った
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
愛した過去と同じように この先はあるさ
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
人に在るべき心を誤魔化さない 強さを持って
声を響かせて祝福をしよう もう一度ここで 産まれた祝福を
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
愛した過去と同じように この先はあるさ
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
人に在るべき心を誤魔化さない
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
生きた証を灯そう 僕らの住む 終わらない世界へ
(translation)
The miracle is quietly sitting right beside us
But now is not the time, someday the finale will come to us
Free your wings, close your eyes, then what expression do I have the next time you see me?
The voice that we pulled, bury the sky and turn it into aurora
Illuminate by the skycraper, this city lit into seven color
We are live in this moment, standing in the same place, and we praising each other
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
Equal with the loved past, it's here just now
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
We got the strength to not deceive the people's heart
Let the voice echoing, let's blessing it, one more time here, let the blessing birth
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
Equal with the loved past, it's here just now
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
We are not to deceive the people's heart
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
Lit our living proof, our place, through the eternal world
But now is not the time, someday the finale will come to us
Free your wings, close your eyes, then what expression do I have the next time you see me?
The voice that we pulled, bury the sky and turn it into aurora
Illuminate by the skycraper, this city lit into seven color
We are live in this moment, standing in the same place, and we praising each other
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
Equal with the loved past, it's here just now
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
We got the strength to not deceive the people's heart
Let the voice echoing, let's blessing it, one more time here, let the blessing birth
Spirits in our song embrace Gloria
All the pain and hurt's put behind
Equal with the loved past, it's here just now
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
We are not to deceive the people's heart
We will see the world full of Gloria
Even stains will color our days
Lit our living proof, our place, through the eternal world
PSYCHIC PARADISE
( romanji )
tatakatte juuatsu ni dokudoku karada hoshigaru Oh Yeah!!
kienaide RIZUMU
chouhatsuteki ni miseatte shita o karamaseru mitai ni Oh Yeah!!
saa sawagidashita sono chi made aishite yaru
furimawase kanjiru mama ni toberu darou? kono jimen keritsukete
kyoumei shiteru Psychic Paradise
OIRU mitai ni houjun de hi ga tsukisou na kuuki sa Oh Yeah!!
iki o sasete yo
mondou muyou de tsuranuke nodo ga sakeru made sakebe Oh Yeah!!
ikite n'da koko made baka ni nare ningen rashiku
yokuyou ga tsukuridasu hamon ni sou iki o tomete hitomi o tojite
tatakatte juuatsu ni dokudoku karada hoshigaru Oh Yeah!!
kienaide RIZUMU
chouhatsuteki ni miseatte shita o karamaseru mitai ni Oh Yeah!!
Psychic Paradise
OIRU mitai ni houjun de hi ga tsukisou na kuuki sa Oh Yeah!!
iki o sasete yo
mondou muyou de tsuranuke nodo ga sakeru made sakebe Oh Yeah!!
ikite n'da koko made baka ni nare ningen rashiku
kienaide RIZUMU
chouhatsuteki ni miseatte shita o karamaseru mitai ni Oh Yeah!!
saa sawagidashita sono chi made aishite yaru
furimawase kanjiru mama ni toberu darou? kono jimen keritsukete
kyoumei shiteru Psychic Paradise
OIRU mitai ni houjun de hi ga tsukisou na kuuki sa Oh Yeah!!
iki o sasete yo
mondou muyou de tsuranuke nodo ga sakeru made sakebe Oh Yeah!!
ikite n'da koko made baka ni nare ningen rashiku
yokuyou ga tsukuridasu hamon ni sou iki o tomete hitomi o tojite
tatakatte juuatsu ni dokudoku karada hoshigaru Oh Yeah!!
kienaide RIZUMU
chouhatsuteki ni miseatte shita o karamaseru mitai ni Oh Yeah!!
Psychic Paradise
OIRU mitai ni houjun de hi ga tsukisou na kuuki sa Oh Yeah!!
iki o sasete yo
mondou muyou de tsuranuke nodo ga sakeru made sakebe Oh Yeah!!
ikite n'da koko made baka ni nare ningen rashiku
(kanji)
戦って重圧に どくどく体欲しがる Oh Yeah!!
消えないでリズム
挑発的に魅せ合って 舌を絡ませるみたいに Oh Yeah!!
さあ 騒ぎ出した その血まで愛してやる
振り回せ 感じるままに 飛べるだろう? この地面蹴りつけて
共鳴してる Psychic Paradise
オイルみたいに芳醇で 火が点きそうな空気さ Oh Yeah!!
息をさせてよ
問答無用で貫け 喉が裂けるまで叫べ Oh Yeah!!
生きてんだここまで 馬鹿になれ人間らしく
抑揚が作り出す波紋に そう 息を止めて 瞳を閉じて
戦って重圧に どくどく体欲しがる Oh Yeah!!
消えないでリズム
挑発的に魅せ合って 舌を絡ませるみたいに Oh Yeah!!
Psychic Paradise
オイルみたいに芳醇で 火が点きそうな空気さ Oh Yeah!!
息をさせてよ
問答無用で貫け 喉が裂けるまで叫べ Oh Yeah!!
生きてんだここまで 馬鹿になれ人間らしく
消えないでリズム
挑発的に魅せ合って 舌を絡ませるみたいに Oh Yeah!!
さあ 騒ぎ出した その血まで愛してやる
振り回せ 感じるままに 飛べるだろう? この地面蹴りつけて
共鳴してる Psychic Paradise
オイルみたいに芳醇で 火が点きそうな空気さ Oh Yeah!!
息をさせてよ
問答無用で貫け 喉が裂けるまで叫べ Oh Yeah!!
生きてんだここまで 馬鹿になれ人間らしく
抑揚が作り出す波紋に そう 息を止めて 瞳を閉じて
戦って重圧に どくどく体欲しがる Oh Yeah!!
消えないでリズム
挑発的に魅せ合って 舌を絡ませるみたいに Oh Yeah!!
Psychic Paradise
オイルみたいに芳醇で 火が点きそうな空気さ Oh Yeah!!
息をさせてよ
問答無用で貫け 喉が裂けるまで叫べ Oh Yeah!!
生きてんだここまで 馬鹿になれ人間らしく
CAMEL
(romanji)
saa dorodoro shita mono makichirashite ikou ze
becha becha becha becha tobidashite kosuritsukete yare
FURAINGU shiteike yo SUPI-DO de tooku ni nigechimae
kachimake nante jibun no koto kirai ni naru darou?
aishiteru aishiteru ore ni itten no kai?
aishiteru aishiteru jibun ni itten no kai?
michikusa kutte hashiridase yoru no kaze o kire
shounen no yume wasuren na yo koko ga asobiba da
Show me Show me What you've got saa ikou ze
Yeah Yeah Yeah !!
Show me Show me What you've got kakushiten na
Yeah Yeah Yeah !!
ikutsu ni nattatte kawaranai shoudou kawarenai FURASUTORE-SHON
sakebu basho wa sakebu aite wa mune no naka kakou na yo
ima sakebe
Show me Show me What you've got saa ikou ze
Yeah Yeah Yeah !!
Show me Show me What you've got kakushiten na
Yeah Yeah Yeah !!
ikutsu ni nattatte kawaranai shoudou kawarenai FURASUTORE-SHON
sakebu basho wa sakebu aite wa mune no naka kakou na yo
kakaetekita kizu o yusaburou ima koko de hakidashite ike
suki ni nareru motto motto jiyuu ni jibun no koto aite no koto
naritakatta jibun ni narou ze toppa dekiru
mukidashi no yoru ni sakebu ze
Show me Show me What you've got
becha becha becha becha tobidashite kosuritsukete yare
FURAINGU shiteike yo SUPI-DO de tooku ni nigechimae
kachimake nante jibun no koto kirai ni naru darou?
aishiteru aishiteru ore ni itten no kai?
aishiteru aishiteru jibun ni itten no kai?
michikusa kutte hashiridase yoru no kaze o kire
shounen no yume wasuren na yo koko ga asobiba da
Show me Show me What you've got saa ikou ze
Yeah Yeah Yeah !!
Show me Show me What you've got kakushiten na
Yeah Yeah Yeah !!
ikutsu ni nattatte kawaranai shoudou kawarenai FURASUTORE-SHON
sakebu basho wa sakebu aite wa mune no naka kakou na yo
ima sakebe
Show me Show me What you've got saa ikou ze
Yeah Yeah Yeah !!
Show me Show me What you've got kakushiten na
Yeah Yeah Yeah !!
ikutsu ni nattatte kawaranai shoudou kawarenai FURASUTORE-SHON
sakebu basho wa sakebu aite wa mune no naka kakou na yo
kakaetekita kizu o yusaburou ima koko de hakidashite ike
suki ni nareru motto motto jiyuu ni jibun no koto aite no koto
naritakatta jibun ni narou ze toppa dekiru
mukidashi no yoru ni sakebu ze
Show me Show me What you've got
(Kanji)
さあ どろどろしたもの 撒き散らしていこうぜ
べちゃべちゃべちゃべちゃ飛び出して 擦り付けてやれ
フライングしていけよ スピードで遠くに逃げちまえ
勝ち負けなんて 自分のこと 嫌いになるだろう?
愛してる 愛してる 俺に言ってんのかい?
愛してる 愛してる 自分に言ってんのかい?
道草くって走り出せ 夜の風を切れ
少年の夢 忘れんなよ ここが遊び場だ
Show me Show me What you've got さあ 行こうぜ
Yeah Yeah Yeah !!
Show me Show me What you've got 隠してんな
Yeah Yeah Yeah !!
いくつになったって 変わらない衝動 変われないフラストレーション
叫ぶ場所は 叫ぶ相手は 胸の中囲うなよ
今叫べ
Show me Show me What you've got さあ 行こうぜ
Yeah Yeah Yeah !!
Show me Show me What you've got 隠してんな
Yeah Yeah Yeah !!
いくつになったって 変わらない衝動 変われないフラストレーション
叫ぶ場所は 叫ぶ相手は 胸の中囲うなよ
抱えてきた傷を揺さぶろう 今ここで吐き出していけ
好きになれる もっともっと自由に 自分のこと相手のこと
なりたかった 自分になろうぜ 突破できる
むき出しの夜に叫ぶぜ
HATSUKOI WA EIEN NI
(romanji)
saigo ni boku kara kimi e tatta hitotsu no okurimono
kiniitte kureru nante omottenai kedo
mune ippai no kimochi o atama ippai no kioku o
douka sono te de sono me de furete
kimi ga otoshita mono no ookisa ni kidzuite hoshii
kitto boku no hatsukoi wa kimi datte iu koto gurai kimi wa kidzuiteita n'da yo ne?
seiippai no senobi kimi o mamoreta you na kininatteta boku o waratte
Here is my heart
It's full of love for you, you see?
Feel it with your fingers
The warmth stays on your hands
Here is my head
It's full of memories of you
See it in your mind's eye
Too late to cry over me
kiniitte kureru nante omottenai kedo
mune ippai no kimochi o atama ippai no kioku o
douka sono te de sono me de furete
kimi ga otoshita mono no ookisa ni kidzuite hoshii
kitto boku no hatsukoi wa kimi datte iu koto gurai kimi wa kidzuiteita n'da yo ne?
seiippai no senobi kimi o mamoreta you na kininatteta boku o waratte
Here is my heart
It's full of love for you, you see?
Feel it with your fingers
The warmth stays on your hands
Here is my head
It's full of memories of you
See it in your mind's eye
Too late to cry over me
(kanji)
最後に僕から君へ たったひとつの贈り物
気に入ってくれるなんて思ってないけど
胸いっぱいの気持ちを 頭いっぱいの記憶を
どうかその手で その目で触れて
君が落としたものの大きさに 気づいてほしい
きっと僕の初恋は君だっていうことぐらい 君は気づいていたんだよね?
精一杯の背伸びで 君を守れたような気になってた 僕を笑って
Here is my heart
It's full of love for you, you see?
Feel it with your fingers
The warmth stays on your hands
Here is my head
It's full of memories of you
See it in your mind's eye
Too late to cry over me
気に入ってくれるなんて思ってないけど
胸いっぱいの気持ちを 頭いっぱいの記憶を
どうかその手で その目で触れて
君が落としたものの大きさに 気づいてほしい
きっと僕の初恋は君だっていうことぐらい 君は気づいていたんだよね?
精一杯の背伸びで 君を守れたような気になってた 僕を笑って
Here is my heart
It's full of love for you, you see?
Feel it with your fingers
The warmth stays on your hands
Here is my head
It's full of memories of you
See it in your mind's eye
Too late to cry over me
Source : Undivider
Kamis, 11 Oktober 2012
Sejarah Musik Korea
Musik tradisional Korea merupakan jenis musik yang dimainkan oleh rakyat Korea dengan menggunakan alat-alat musik Korea, baik di Korea Utara maupun Korea Selatan. Di Korea Selatan istilahnya adalah han-guk jeontong eum-ak (한국 전통 음악;韓國傳統音樂) atau guk-ak (국악;國樂), sementara di Korea Utara dinamakan minjok eum-ak (민족 음악;民主音樂).
Karena Semenanjung Korea menjorok dari benua Asia bagian timur laut, rakyat Korea telah melakukan pertukaran yang aktif sejak lama dengan bangsa Cina, Mongol, Jepang, Siberia dan Asia Tengah yang ikut memengaruhi kesenian mereka.
Awal mula pelestarian musik tradisional sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1920-an, saat nasionalis kultural seperti Choe Nam-seon (1890-1957), Yi Neung-hwa (1865-1945), dan Song Seok-ha (1904-1948) mempromosikan kebudayaan nasional di tengah gencarnya pengaruh kebudayaan Jepang.
Sebelum masa penjajahan, sistem pendidikan moderen telah diperkenalkan di Korea, namun pada saat penjajahan dimulai, kurikulum musik belum dimasukkan. Pemerintah kolonial melarang pengajaran musik Korea di sekolah-sekolah sebagai bagian dari kebijakan untuk memusnahkan kebudayaan Korea. Satu-satunya jenis musik yang diajarkan pada masa penjajahan adalah genre musik barat.
Korea bebas dari penjajahan Jepang di akhir Perang Dunia II, namun musik tradisional telah terlupakan. Sekolah-sekolah pada saat itu hanya berfokus pada musik klasik barat dan musisi Korea hanya menghasilkan gaya musik barat. Setelah merdeka, pemerintah Korea Selatan melakukan upaya pelestarian terhadap musik tradisional dengan mengakui lagu-lagu rakyat dari berbagai propinsi sebagai aset budaya nasional pada tahun 1960-an Lalu, kemajuan pesat di bidang ekonomi pada tahun 1980-an ikut mengukuhkan keberadaan musik tradisional. Berbagai universitas di Korea mulai menampilkan musik rakyat dan kelompok musik tradisional. Pada tahun 1990-an, media mulai tertarik untuk merilis seri musik tradisional khas daerah, seperti MBC yang mengeluarkan karya musik rakyat Jeju dan Jeolla Selatan dalam bentuk CD. Pada tahun 1993, film musikal klasik berjudul Seopyeonje menjadi box-office yang ditonton lebih dari 10 juta orang, membuat masyarakat Korea terkesan sehingga tren musik tradisional kembali mendapat tempat.
Sejarah
Musik awal rakyat Korea diketahui dimainkan sebagai bagian dari upacara dan penyembahan kepada dewa-dewa.[2][3][4] Umumnya, bukti-bukti tersebut berasal dari sumber-sumber tertulis Cina kuno.Karena Semenanjung Korea menjorok dari benua Asia bagian timur laut, rakyat Korea telah melakukan pertukaran yang aktif sejak lama dengan bangsa Cina, Mongol, Jepang, Siberia dan Asia Tengah yang ikut memengaruhi kesenian mereka.
Tiga Kerajaan (57 SM-668 M)
Rakyat Korea dikenal pandai menyanyi dan menari sejak zaman kuno. Catatan pertama yang merekam tentang kegemaran rakyat Korea bermusik adalah kitab sejarah Cina abad ke-3, San Guo Zhi. Bangsa Cina kuno menyebut nenek moyang orang Korea dalam artikel tulisan yang berjudul "Barbarian dari Timur" atau Dong-yi. Dalam catatan tersebut tertulis:| “ | Setelah musim tanam selesai pada bulan ke-5, mereka selalu melakukan ritual menyembah dewa-dewa dengan membentuk kelompok, menari dan minum sampai malam tanpa istirahat. Alat musik yang mereka gunakan adalah lonceng yang dipukul seperti yang digunakan di Cina untuk menari. Pada bulan Oktober, setelah selesai panen, mereka akan mengulangi ritual yang sama. Setiap desa memberikan persembahan kepada dewa-dewa dengan petunjuk seorang pemimpin yang dinamakan cheonggun, yang dipilih oleh warga desa sendiri. | ” |
Goguryeo (37 SM-668 M)
Rakyat kerajaan Goguryeo, yang tinggal di sebelah utara Semenanjung Korea dan Manchuria, dikenal di zaman Cina kuno akan kemahiran menyanyi dan menarinya. Bangsawan Dinasti Sui dan Tang menyukai orkes musik dan tarian Goguryeo. Alat musik yang dimainkan di Goguryeo antara lain suling yang dinamakan piri dan mandolin bersenar 5 yang dinamakan pipa yang diperkenalkan dari Asia Tengah. Seorang perdana menteri bernama Wang San-ak menulis ratusan buah lagu berdasarkan permainan alat musik Cina dan menemukan kecapi petik yang dinamakan geomungo. OrkSilla (57 SM-668 M)
Di kerajaan Silla, alat musik petik bersenar 12 yang dinamakan gayageum dari Kerajaan Gaya menjadi terkenal. Masyarakat Silla menikmati lagu-lagu religius bertema agama Buddha maupun sekuler. Musik asli mereka dinamakan hyang-ak dan mendapat pengaruh musik Asia Tengah. Seorang musisi terkenal bernama Baek Gyeol menciptakan karya lagu Banga Taryeong yang sampai sekarang masih dinyanyikan.Baekje (16 SM-660 M)
Musik dari kerajaan Baekje, negeri di sebelah barat daya Semenanjung Korea, kurang begitu dipahami. Namun diperkirakan, musiknya dipengaruhi oleh musik Cina. Berdasarkan catatan kuno, salah satu nomor musik istana yang masih dimainkan sampai saat ini, sujecheon (harfiah:"hidup abadi bagai surga") didasarkan dari musik kuno Baekje yang berjudul jeong-eup-sa atau kota Jeong-eup.Gaya
Kerajaan Gaya paling dikenal akan kontribusinya terhadap penemuan alat musik petik bersenar 12.[3][4] Alat musik ini menyebar ke berbagai kerajaan lain di sekitarnya dan dikenal dengan nama kecapi gaya atau gayageum.Silla Bersatu (668-935)
Rakyat Silla Bersatu menikmati seni suara yang dinamakan hyangga atau musik asli. Hyangga ditulis berdasarkan lirik yang bernuansa Buddhisme yang berisi doa dan puji-pujian kepada Buddha. Tema lainnya adalah tentang sekuler dan kehidupan sehari-hari. Hyangga mencerminkan kesenian religius dan sentimen rakyat Silla Bersatu.Musik Korea saat ini
Pada masa lalu, seseorang tidak bisa menjadi musisi tanpa lahir dari keluarga pemusik. Pelajaran musik diberikan melalui pelatihan. Dengan perkembangan sistem pendidikan formal, para musisi tradisional pada saat ini menerima pendidikan musik di sekolah. Terdapat banyak sekolah dasar, SMP, SMA, universitas atau sekolah tinggi yang mengkhususkan pada pendidikan musik tradisional. Pada saat ini banyak orang yang menjadi musisi profesional dengan belajar musik tradisional di sekolah-sekolah semacam itu. Namun, bagaimanapun juga, tradisi mewariskan musik dari generasi ke generasi masih tetap dipertahankan. Banyak anak-anak dari pemusik rakyat yang mendalami musik di sekolah musik tradisional yang didirikan oleh orang tua mereka dan sebagian besar menjadi musisi musik rakyat yang profesional.Pelestarian
Di awal abad ke-20, sebagian besar musik yang dipertunjukkan, ditulis atau diajarkan di Korea merupakan musik tradisional, begitu pula dengan bentuk kesenian yang lain. Namun, perubahan drastis mulai terjadi dengan masuknya budaya asing, khususnya genre kesenian dari barat. Saat ini, sebagian besar pertunjukkan musik yang dipentaskan di Korea adalah karya musik asing. Walau begitu, minat terhadap musik tradisional juga besar.Awal mula pelestarian musik tradisional sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1920-an, saat nasionalis kultural seperti Choe Nam-seon (1890-1957), Yi Neung-hwa (1865-1945), dan Song Seok-ha (1904-1948) mempromosikan kebudayaan nasional di tengah gencarnya pengaruh kebudayaan Jepang.
Sebelum masa penjajahan, sistem pendidikan moderen telah diperkenalkan di Korea, namun pada saat penjajahan dimulai, kurikulum musik belum dimasukkan. Pemerintah kolonial melarang pengajaran musik Korea di sekolah-sekolah sebagai bagian dari kebijakan untuk memusnahkan kebudayaan Korea. Satu-satunya jenis musik yang diajarkan pada masa penjajahan adalah genre musik barat.
Korea bebas dari penjajahan Jepang di akhir Perang Dunia II, namun musik tradisional telah terlupakan. Sekolah-sekolah pada saat itu hanya berfokus pada musik klasik barat dan musisi Korea hanya menghasilkan gaya musik barat. Setelah merdeka, pemerintah Korea Selatan melakukan upaya pelestarian terhadap musik tradisional dengan mengakui lagu-lagu rakyat dari berbagai propinsi sebagai aset budaya nasional pada tahun 1960-an Lalu, kemajuan pesat di bidang ekonomi pada tahun 1980-an ikut mengukuhkan keberadaan musik tradisional. Berbagai universitas di Korea mulai menampilkan musik rakyat dan kelompok musik tradisional. Pada tahun 1990-an, media mulai tertarik untuk merilis seri musik tradisional khas daerah, seperti MBC yang mengeluarkan karya musik rakyat Jeju dan Jeolla Selatan dalam bentuk CD. Pada tahun 1993, film musikal klasik berjudul Seopyeonje menjadi box-office yang ditonton lebih dari 10 juta orang, membuat masyarakat Korea terkesan sehingga tren musik tradisional kembali mendapat tempat.
Manuskrip dan rekaman
Sejumlah besar volume penelitian yang diproduksi oleh para musisi Korea sejak tahun 1954, didasarkan pada studi mengenai dokumen dan manuskrip musik kuno serta pada genre musik aktual seperti musik rakyat dan pansori. Karena alasan ini, reproduksi manuskrip musik produksi rekaman audio menjadi sangat penting bagi studi musik Korea.Galeri
Matenrou Opera rilis Photo Book
ini dia salah satu gruop band favoreti saya merilis photo book terbaru, beda banget sama yang penampilan yg lain.. apa lagi kak Sono imut banget.. XD
matenrou opera akan merilis sebuah photo book, yang isinya adalah sekitar kegiatan mereka setelah merilis maxi single "GLORIA" .
didalam photo book tersebut akan ada 100 gambar, dengan jumlah halaman
48. buku tersebut akan diadakan seleksi foto pada tanggal 5 desember.
dengan harga 4.200 yen.
di waktu yang sama, sono cs akan merilis single baru mereka "Innovational Symphonia". dengan harga 1.260 yen.
source : Undivider!!!
Rabu, 10 Oktober 2012
INDONESIA
INDONESIA
Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara ("pulau luar", di samping Jawa yang dianggap pusat). Dengan populasi sebesar 222 juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia-Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.
Indonesia juga anggota dari PBB dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, APEC, OKI, G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.
Etimologi
Lihat pula: Sejarah nama Indonesia
Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah
Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang
menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi
negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia-Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik. Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau pada tahun 1913.
Senin, 08 Oktober 2012
Jamrud - Selamat Ulang Tahun
a c#
hari ini, hari yang kau tunggu
d
bertambah satu tahun, usiamu,
em
bahagialah slalu
a c#
yang kuberi, bukan jam dan cincin
d
bukan seikat bunga, atau puisi,
em
juga kalung hati
d
maaf, bukannya pelit,
a
atau nggak mau bermodal dikit
d
yang ingin aku, beri padamu
em
do`a s`tulus hati ...
d a
reff: smoga tuhan, melindungi kamu
d a
serta tercapai semua angan dan cita citamu
d a - g - f#
mudah mudahan diberi umur panjang
b e a
sehat selama lamanya..
(selamat ulang tahun yaaa...semoga panjang umur selalu.. )
a - d a - d
selamat ulang tahun .... selamat ulang tahun ...
download mp3nya >disini<
Langganan:
Postingan (Atom)

